Cari Kerja? Wirausaha Saja!

Apapun yang dilakukan, apapun jenis usahanya, tidak akan terlihat hasilnya bila tidak dimulai

Sesuai dengan tagline pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran terutama pengangguran terdidik, saya akan mencoba untuk memberikan beberapa tips bagi sang wirausaha pemula. Beberapa tips ini adalah hasil dari berbagai seminar bertema Enterpreneurship yang saya ikuti juga artikel yang saya baca.

Meskipun saya belum menjadi seorang yang sukses sebagai Entrepreneur, jangan jadikan hal tersebut halangan untuk melakukan dan mempraktekkan beberapa tips yang saya berikan ini. Saya mendapatkan ilmu untuk merangkai beberapa tips ini dari orang-orang yang terpercaya dan sudah terbukti kesuksesannya. Jadi, jangan ragu untuk dicoba dan dipraktekkan, ya..

1. Do Your Passion

Sebagai seorang wirausaha pemula, sangat baik untuk memulai usaha dalam hal yang disukai bukan hanya hal yang mendatangkan keuntungan besar. Jika kita melakukan hal yang disukai atau passion, maka segala halangan yang menghadang pun akan dihadapi dan segalanya terasa lebih mudah. Usaha pun dijalani dengan rasa enjoy dan keuntungan besar dapat datang dengan sendirinya.

2. Bermimpilah!

Bermimpilah sebesar-besarnya dan setinggi-tingginya akan usaha yang ingin dimiliki. Jangan takut untuk gagal, memulai saja belum kan? Bayangkan setiap proses yang akan dijalani dan betapa menyenangkannya proses tersebut karena melakukan hal yang disukai. Bayangkan pula rasa sukses yang nantinya akan diraih.

3. Tulis Rencana Usaha

Ibunda saya sering berkata, “Setajam-tajamnya otak, lebih tajam pensil yang tumpul.“ Maksudnya, adalah ide apapun yang berkelebat di otak kita baiknya segera ditulis sebelum mereka pergi entah kemana. Mulai dari ide dasar lalu dikembangkan menjadi spesifikasi produk hingga perkiraan modal awal.

Perjelas tujuan dari usaha yang akan dibangun. Jangan karena berasal dari mimpi sehingga membuat kita lalai untuk memperhatikan hal penting dalam dunia usaha. Buat bagan SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity dan Threat) dalam rencana usaha.

Meskipun Shakespare berkata, “Apalah arti sebuah nama“, sesungguhnya nama adalah segalanya. Nama usaha yang diberikan adalah awal dari brand. Meski sederhana, pemberian nama yang unik dapat mendatangkan banyak perhatian dari masyarakat (brand awareness) terutama target konsumen.

4. Cari Partner

Kalau memang tidak sanggup untuk memulai usaha sendiri, carilah partner yang memiliki visi sama dan ajaklah dia untuk memulai usaha bersama. Memang rasanya sulit untuk menemukan partner yang tepat tetapi jangan jadikan hal tersebut alasan untuk putus asa dan tidak jadi memulai usaha.

5. Buat Rekening Khusus Untuk Usaha

Jangan mencampurkan rekening pribadi dengan rekening usaha. Bukalah rekening baru untuk mempermudah arus keuangan yang dimiliki oleh usaha. Catatan keuangan yang rapih dapat memudahkan kita untuk menentukan tingkat keuntungan hingga rencana yang harus diambil ke depan.

6. Promosi

Jangan ragu terlebih malu untuk promosi. Mulailah dari lingkup terdekat terlebih dahulu seperti keluarga, saudara, tetangga, teman dekat, hingga nantinya target konsumen. Di era teknologi saat ini, maksimalkan segala daya yang ada. Terlebih promosi melalu internet dan jejaring sosial terbukti sebagai promosi yang paling efektif juga efisien.

7. Manjakan Konsumen

Sebagai seorang wirausaha pemula, adanya konsumen adalah awal yang sangat menjanjikan. Oleh karena itu, usahakan semaksimal mungkin untuk dapat memuaskan konsumen, jangan sampai mengecewakan. Pelayanan dan produk yang optimal dapat memberikan pengaruh positif bagi usaha ke depan. Konsumen dapat memberikan informasi kepuasan mereka akan pelayanan dan produk usaha ke calon konsumen kita lainnya.

***

Apapun yang dilakukan, apapun jenis usahanya, tidak akan terlihat hasilnya bila tidak dimulai. Jadi, sukseskan segala rencana usaha dan jadilah seorang wirausaha muda yang tidak terpaku dalam mindset mencari kerja, terbebas dari label pengangguran dan menjadi sukses karena melakukan yang disukai. Good Luck! :)

Hikmah Pengangguran

Dibalik setiap segala sesuatu yang tidak menyenangkan tentu akan ada hikmah yang dapat diambil

Mungkin banyak yang berpikir, judul tulisan ini salah besar. Tidak akan ada hikmah yang dapat diambil dari masa yang rasanya suram, madesu dan tidak berperikemanusiaan ini. Masa yang merupakan titik terbawah dari seorang Sarjana. Masa yang tidak pernah diinginkan oleh banyak orang. Masa yang tidak pernah menjadi mimpi.

Tetapi, yang saya rasakan sangat berbeda. Masa pengangguran memberikan saya kesempatan untuk berpikir dan bersyukur. Saya dapat lebih menikmati hidup dan melihat segala sesuatu dari sisi yang berbeda. Masa penangguran juga menuntun saya untuk bertemu dengan banyak orang inspiratif yang mungkin tidak bisa saya temui bila saya telah disibukkan dengan aktivitas bekerja ala kantor.

Beberapa hikmah yang saya rasakan selama masa pengangguran adalah sebagai berikut:

1. Belajar untuk menjadi dewasa

Masa pengangguran membantu saya untuk belajar menjadi dewasa. Membantu saya untuk menyadari bahwa saya bukan lagi seorang mahasiswa yang bisa dengan mudah bersenang-senang dan hanya memikirkan masalah belajar saja. Membantu saya untuk menyadari bahwa ada banyak sekali tanggung jawab baru yang secara tidak langsung harus saya terima.

Mulai dari sikap diri yang lebih dewasa, umur yang lebih tua, gelar yang telah digenggam, kondisi sehari-hari yang amat berbeda, beban tak kasat mata dari keluarga dan tentunya tuntutan dari diri sendiri untuk dapat lebih berkembang. Masa pengangguran memberi kesempatan bagi saya untuk berpikir, terus bersyukur dan siap dalam menghadapi banyak tanggung jawab baru tersebut.

2. Pengendalian diri

Semua permasalahan ala pengangguran sebenarnya hanya wujud dari rasa khawatir yang berlebihan. Khawatir akan lama menjadi pengangguran, tidak memiliki penghasilan sendiri, tekanan dari banyak pihak, pertanyaan dari banyak orang, mengecewakan orang tua juga keluarga, dijauhi teman-teman bahkan khawatir dikucilkan masyarakat. Memang sulit untuk memahami sekitar saat seakan-akan tidak ada yang bisa dan ingin memahami kita. Tetapi, begitu kita meluangkan waktu sebentar untuk memahami dan mencoba untuk berpikir jernih, semua permasalahan pun selesai dengan sendirinya dan seakan tak pernah ada.

3. Menemukan Passion

Menurut Renee S, seorang Career Coach, Passion isn’t something that you like but you enjoy the most. Masa pengangguran yang menuntun saya bertemu dengan banyak orang inspiratif, sangat membantu saya untuk menemukan passion saya. Menemukan apa yang paling senang untuk saya lakukan dan saya merasa tidak keberatan untuk melakukannya meskipun banyak halangan yang menghadang.

4. Respect

Masa pengangguran membuat tingkat respect saya semakin tinggi. Bukan hanya sekedar respect akan seseorang tetapi juga respest terhadap apapun yang dia lakukan. Perbedaan pemikiran akan sangat mungkin terjadi, begitupun rencana hidup. Oleh karena itu, tidak berhak bagi saya untuk melakukan judgement terhadap orang-orang tertentu dan apapun yang mereka lakukan. Saling mengerti dan memahami adalah poin penting yang harus dimiliki.

***

Itulah beberapa hikmah yang saya alami, rasakan dan resapi selama masa pengangguran. Memang masa ini terasa tidak enak sekali tetapi dibalik setiap kesulitan tentunya ada kemudahan, bukan? Berarti sama juga dengan dibalik setiap segala sesuatu yang tidak menyenangkan tentu akan ada hikmah yang dapat diambil. Terus semangat dan jangan mudah putus asa. Fighting! :)

Jadi, Mengapa Kamu Masih Galau?

Saya percaya, kehidupan yang enak dan lancar tidak selamanya nikmat tapi mungkin sebuah cobaan terbesar, apakah kita masih mengingat Dia atau hanya mengingatnya di kala susah dan sedih.

Hampir 2 tahun belakangan ini ada istilah baru untuk menggambarkan keadaan diri yang tidak terkendali dan sulit untuk diidentifikasi yaitu, Galau. Mulai dari bingung mau ngapain, sampai perasaan ga jelas, semua terangkum dalam satu kata, Galau -_-*

Yahh, saya sering juga sih pakai kata ‘galau‘ dalam segala aspek kehidupan. Mulai dari galau masalah percintaan sampai galau ga jelas bingung mau ngapain gara-gara lihat cowok ganteng #eh. Paling epik sih saat masa skripsi kemarin, saya menciptakan satu kata baru yang berasal dari galau yaitu, GaMiS = Galau Mikirin Skripsi :D

Ah iya, back to topic. Perasaan galau itu mulai ngeselin kalau udah bikin depresi. Awalnya sih kita bingung mau ngapain ya, ga ada kerjaan gitu. Trus, tiba-tiba kepikiran nasib pengangguran, apply sana-sini, panggilan kemana-mana tapi belum juga bekerja, lama-lama jadi stress sendiri, “Gue kurang apa sih? Kenapa ga ada perusahaan yang mau terima gue. Kayaknya emang bener deh nih, gue sampah masyarakat, sampah dunia…” trus, ambil tali, trus ….

Aiiih lebay abis. Cuma gara-gara bingung mau ngapain di mix sama nasib nelangsa pengangguran, kita bisa pindah dunia??!? Eh jangan salah lho, mungkin memang ga se-ekstrim sampe pindah dunia tapi minimal perasaanmu akan jungkir balik tidak bisa kamu kendalikan sampai kamu sendiri bingung, “Kenapa gue begini ya?”

Iyaa, kenapa? Kenapa kamu galau?

Sekarang, coba kita pelajari perlahan. Galau itu berawal dari kekosongan yang digiring menuju efek negatif. Semua akan terasa sakit dan sedih, kamu orang paling sengsara se-dunia. Itulah akibatnya. Gimana kalau kita tuntun kekosongan itu menuju sisi positif? Diawali dengan rasa bersyukur. Sadar atau tidak, berbagai bentuk penyesalan adalah hasil dari kurangnya rasa bersyukur. Sedikit dan perlahan coba kita syukuri segala hal se-simple apapun itu.

Setelah itu, lihatlah ke bawah, jangan lihat ke atas terus. Lihat ke atas itu capek dan pegal, bikin kesel pula. Kalau lihat ke bawah itu rasanya hati ini lapang, penuh syukur atas segala nikmat yang diberikan. Kalau keadaan yang ada sekarang tidak seiring dengan keinginan, cuma ada satu solusi, sabar. Klise, ya? Memang, karena itulah jurusnya. Semua akan indah pada waktunya, bukan?

Lalu, jika pada akhirnya keadaan benar-benar tidak sesuai dengan keinginan kita, bagaimana? Hanya satu jurus, ikhlas. Dengan ikhlas, perjuangan yang maksimal itu tidak akan terlihat sia-sia. Terakhir adalah selalu berpikir dan berprasangka positif. Jika negatif diberi efek negatif, maka dia akan saling bertolak dan tidak menghasilkan apapun. Nah, jika efek negatif dilawan dengan positif, maka akan timbul hasil yang menyembuhkan.

Hidup ini indah, hanya dari sisi mana saja kita melihatnya. Jadi, mengapa kamu masih galau? :)

Mood Changemaker

Maukah kita berubah? Jika ternyata tidak,

semua jurus akan menjadi sia-sia

Sebagai seorang Gemini si Moody-Girl, mood benar-benar sangat mudah untuk berubah. Dulu, saya selalu mengikuti kemana mood membawa saya. Jika tiba-tiba saya sedih, maka saya akan benar-benar sedih. Jika senang, maka akan sangaaatt senang. Anehnya, semua itu dapat berubah dalam waktu yang sangat singkat. Sekejap saja.

Pengalaman hidup menuntun saya untuk dapat mengendalikan mood. Capek dong kalau kita harus mengikuti mood terus, ya kan?

Apalagi masa pengangguran kayak begini, yaa… rasanya semua salah, deh. Serba sensitif. Males ketemu banyak orang karena pasti ditanya, “Kerja dimana?“. Belum lagi kalau janjian ketemua dengan teman-teman yang sudah bekerja, makan hati banget.

Nah, di bawah ini ada beberapa jurus dari saya, seorang Gemini, yang berhasil saya terapkan untuk melewati Moody-Moment. Semoga saja beberapa jurus ini dapat diterapkan saat mood sedang berantakan karena stress, panik dan galau karena label pengangguran.

1. Menyendiri
Kalau kamu lagi mooodddyyyy banget, pengennya nangis atau marah melulu, mendingan menyendiri dulu, deh. Kurung diri di kamar, tenangkan diri, kalau perlu bobo dulu sampai puas. Ga asik kan klo kita berantem atau galau ga jelas di depan orang lain cuma gara-gara mood kita yang berantakan?
Orang lain ga perlu tau semua yang kita rasakan. Jaga image sedikit lah, malu juga kan kalau nangis atau ngamuk di depan gebetan :p

2. Menyibukkan diri
Yahh kalau sendirian bikin mood kamu mellow galauw marsmallow, mendingan rame-rame aja deh. Gabung diskusi, ngobrol santai atau ngegossip sama teman-teman bakal bikin mood ga jelas kamu itu pergi. Begitu selesai, pasti kamu akan merasa aneh, “kok tadi gue sedih-sedih gitu kenapa ya? Padahal gue happy banget kok”
Sibuk membuat kita lupa dengan kesedihan. Sibuk juga akan meningkatkan semangat kita bila kita sedang senang.

3. Nonton film sambil makan snack
Wahhh ini benar-benar jurus paling manjur deh kalau lagi moody banget. Mood naik turun ga jelas, tetapi cuma berkisar antara depresi dan galau. Ngumpul-ngumpul sama temen juga udah ga ngaruh, tidur juga udah kebanyakan. Nah, yaudah deh, obat kamu cuma nonton film sambil makan snack. Biasanya sih pilihan snack itu bisa chips, ice cream atau makanan berat seperti pizza atau spaghetti, apapun yang sesuai keinginanmu.

Eits, jangan nonton film yang sembarangan, yaa.. Tonton film yang bisa membangkitkan semangat kamu. Boleh bertema kemanusiaan, kehidupan sehari-hari, pengembangan diri ataupun tentang tokoh terkenal yang inspiratif. Jangan merasa bahwa film dengan tema tersebut terasa berat dan tidak sesuai dengan keadaan mood kita yang berantakan. Sebenarnya film dengan tema membangun jiwa pun banyak terselip di film box office Hollywood. Asal jeli mencari dan menelaah, pasti akan ketemu film yang luar biasa inspiratif dan membuat kita penuh rasa syukur.

Bisa juga kok nonton film yang menghibur, ga ada yang melarang. Hal yang terpenting adalah film tersebut bisa membuat kamu merasa terhibur sehingga mood kamu membaik dan semangat kamu kembali lagi.

4. Dengarkan musik, nyanyi atau karaoke
Teriak itu adalah salah satu pelampiasan kekesalan atau kesedihan. Tapi, hari gini, mau teriak-teriak dimana..? Lebih baik lampiaskan hasrat teriakmu ke nyanyi di kamar atau karaoke. Diawali dengan memilih lagu-lagu yang tepat, dengarkan dengan seksama, hayati lalu nyanyikan! Dalam sekejap hilang sudah semua mood tidak menyenangkan.

Pemilihan lagu sangat berpengaruh lho. Kalau memang kamu mau mengeluarkan semua emosi dan memperbaiki mood dengan menangis, pilih lagu-lagu mellow yang mendayu-dayu mengiris hati. Tetapi, kalau kamu udah capek sama mood galau, mau happy aja, pilih lagu pop dengan beat cepat atau kalau memang kamu mau, pilih lagu rock.

5. Ikhlas
Ini adalah jurus paling ampuh untuk menyingkirkan para mood menyebalkan. Ikhlas saja, semua pasti terlewati, semua pasti ada jalan keluarnya. Ga perlu lah kita terus berlarut-larut dalam satu masalah karena mood kita belum baik, padahal mungkin masalahnya sendiri sudah selesai. Mengapa hal itu terjadi? Karena kita belum ikhlas. Santai, tenang, rileks, pasti mood jelek akan berubah menjadi baik. Semangat terus!

***

Nah, itulah 5 jurus dari saya, seorang Gemini Moody-Girl dalam menghadapi dan melawan Moody-Moment. Intinya sih kembali ke diri kita sendiri. Kalau semua jurus sudah dilakukan tetapi moody tetap merajalela, pertanyaannya ada pada diri kita. Maukah kita berubah? Jika ternyata tidak, semua jurus akan menjadi sia-sia.

Nothing To Lose

I am a young woman with a usual mobile phone

Maybe, I’m such a very “old school” person with a very “high technology” resolution.

The realities that I have are not aligning with the dreams.

Yes, I do not have Smartphone.

Ini juga yang menjadi kendala saat harus berhubungan dengan banyak orang. Saya tidak memiliki akses semudah dan secepat itu ke dunia maya.

 

Bagi PIN BB dong..

PIN-nya berapa?

Chat YM aja, yuk?

Ada yang mau diomongin nih, janjian Skype yuk?

Email? hmm… kok jadul banget ya..

Sekarang bukan jamannya email lagi tau..

 

Yah, seperti itulah.

It’s me. The problem is me. I’m sorry. Ketika kesempatan itu datang, ketika pintu itu terbuka, hanya karena hal seperti koneksi internet bahkan smartphone membuatku terpaksa menutup sendiri pintu itu.

Oke, saya terima.

But, hey, apakah kamu lupa dengan satu kata, NIAT ?

Jika memang kamu, saya, kita, begitu niat untuk menyampaikannya dan saling memberi kesempatan untuk maju juga berjuang bersama-sama, hal “kecil” seperti koneksi internet ataupun smartphone pun lewat. Mereka hanya batu kerikil di kehidupan kita. Ditendang sedikiiiiiittt saja, WHOOOSSAAAHHH !!! Hilang entah kemana. Am I right?

Thomas Alva Edison aja mesti melakukan percobaan 999 kali dulu sebelum menemukan lampu yang kita miliki sekarang. Dihina, dijatuhkan dan dianggap gagal adalah makanan sehari-hari Edison. Dengan teknologi yang tidak seperti sekarang, no internet connection – no smartphone, Edison tetap terus berjuang hingga menemukan lampu dan banyak penemuan lainnya.

So, kalau memang kamu niat untuk bersama  mewujudkan mimpi kita, perlukah koneksi internet dan smartphone?

Because, this is me.

I am a young woman with a usual mobile phone, a very low internet connection and only active at fb-twitter-email.

No PIN BB

No YM, Skype

………….

Nothing to Lose

PS. Today, I do have Whatsapp, LINE, KakaoTalk, Blackberry, Skype, YM, MSN, Gtalk ~ Yippie

Ekspektasi

High expectation? No worries!

Ada satu hal yang lebih memabukkan dari ekstasi yaitu, EKSPEKTASI.

Benar, kan? Setuju?

Ekspektasi itu mudah sekali diberikan terutama kepada orang-orang terdekat kita. Pemberian ekspektasi terjadi karena sudah adanya ikatan kepercayaan. Aku-kamu, saya-anda, kita sudah saling percaya.

Begitu mudahnya ekspektasi diberikan, sesungguhnya itu seiring dengan pemberian seluruh kepercayaan kita. Sehingga kita sudah yakin bahwa apapun yang mereka lakukan akan sesuai benar dengan keinginan kita. Seolah-olah pemikirannya sejalan dan searah.

Namun, satu hal yang tidak kita sadari saat mabuk adalah semua pemikiran kita hanya ilusi. Halusinasi. Belum tentu kenyataannya pun begitu.

Lalu, saat kita sadar, BRUUUKK !!

Ekspektasi menjatuhkan kita dari tempat tertinggi. Begitu mudahnya kepercayaab itu disia-siakan. Saya juga sering mendengar sebuah qoute mengenai ekspektasi,

“Jangan taruh harapanmu terlalu tinggi, biar nanti tidak terlalu sakit saat terjatuh..“

I think, sometimes, the quote is true. But, most of time, it isn’t.

I mean, sebete-betenya saya, seberapa kesalnya saya kepada mereka yang telah menghancurkan ekspektasi saya, menyia-nyiakan kepercayaan saya dan menjatuhkan saya dari tempat tertinggi itu has nothing to do with the business.

Setting untuk tingkat ekspektasi itu saya sendiri yang tentukan dan tentunya mereka tidak tahu, dong. Jadi wajar saja bagi mereka untuk dengan mudah melakukan hal itu.

Kalau dibilang mereka yang salah, yahh… tidak juga.

Jadi, mereka benar? hmm… tentu tidak.

Semua kembali kepada diri sendiri.

Saya sering terjatuh dari ekspektasi yang memabukkan itu tapi tidak menutup kemungkinan bahwa saya pernah menjatuhkan orang lain.

Okay, fair enough.

Jika kita sudah sangat mengetahui bahwa ekspektasi itu begitu memabukkan dan ketika jatuh sangat menyakitkan, perlukan kita menghindarinya?

I don’t think so.

“Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit“

It is okay  untuk menangis saat terjatuh, kita memang butuh waktu untuk menenagkan diri. Tetapi, akan menjadi tidak baik jika kita terus menangis dan tidak berjuang untuk bangkit.

High expectation? No worries!

Korean Wave vs Indonesian Wave

Korean Wave atau Korean Hallyu parah. Terlalu parah. Makin membanjir di Indonesia seiring dengan banyak promotor baru yang mau mendatangkan mereka.. Lama-kelamaan sisi kreatif anak muda Indonesia bisa terkikis dan hilang. Begitu juga identitas diri, bisa tergerus perlahan…

Perilaku konsumtif pun meningkat. Pertimbangan keuangan jadi nomor sekian dan hanya sesaat. Haduh… abis deh. Ga ada tabungan masa depan :(

Tetapi, berbagai aspek dari Korean Wave, terutama konser, itu hiburan. Setelah macet, penat, negara carut marut, pemimpin ga amanat, grup musik plagiat, aahh mending nonton konser biar semangat! Betul apa betul? :D

Daripada galau-berkepanjangan-bingung-nyari-duit-buat-nonton-konser, fokus ibadah dulu aja… Inget woiii, ini MASIH bulan Ramadhan woiii!!!

Justru yaa, tau ga sih, banyak orang Korea Selatan yang ga tau bahwa Korean Wave itu udah menyebar banget di Indonesia. Mereka kaget dan menganggapnya aneh!

Mereka heran dengan banyaknya warga Indonesia, terutama kaum muda-mudi apalagi putri, ngerti banget sama Korea Selatan, sampai-sampai mengira kalau kita semua ini spy (mata-mata) yang dikirimkan oleh Korea Utara :))

By the way yaaa, daripada jadi k-popers, mendingan jadi k-dramaers. Artisnya jarang dateng ke Indonesia kan? Hampir ga pernah! Seajuh ini yang datang Cuma Lee Dong Wook, Hyun Bin. siapa lagi yaaa?? Saking jarangnya sampai lupa :D

Aman banget, kan.. ga bakal stress terus kayak sekarang ini, banyak konser tapi uang tiris hihi.. itu sih saran dari saya yang sudah 12 tahun jadi penggemar k-drama ;)

Overall, yang paling penting sih, jadi diri kita sendiri. Korea Selatan itu sak cuprit tapi wabahnya mendunia. Indonesia sak gaban tapi kena wabah mulu. Beda tipis lah yaaa…

Besar Korea Selatan itu ga ada apa-apanya dibandingkan Indonesia. Jika kamu menarik garis lurus dari Sabang sampai Merauke, panjang garis tersebut sama seperti panjang London sampai Teheran!!! Gilaaaakk! Panjang banget, kan??!?!?!

Oleh karena itu, ga bisa kah kita membuat sesuatu yang mewabah seperti Korean Wave? Sesuatu yang ga plagiat, sesuatu yang beda, sesuatu yang lebih kreatif dan mengurangi perilaku konsumtif? Bisa bangeeetttt!!! Yang setuju, angkat tangaaannn!!!

Nah… hayuklah kita buat wabah itu! Korean Wave pun akan terkena tsunami dari Indonesian Wave!

Jadiii, masihkah mau menonton konser wahai para k-popers??? *merasa salah nanya*