Kenapa IE?

Apapun jurusan, universitas ataupun yang di lakukan, semua tergantung dari diri sendiri

Setiap ditanya, “Kenapa memilih jurusan Industrial Engineering (IE)?”

Saya selalu menjawab, “Sewaktu SMA saya adalah anak IPA tetapi saat kuliah saya memutuskan untuk tidak terjun di dunia IPA karena saya bukan anak yang IPA banget. Di lain sisi, saya juga tidak ingin meninggalkan dunia IPA dan terkadang saya merasa sebagai anak IPS. Oleh karena itu, saat kuliah saya mencari jurusan yang dapat mengkombinasikan IPA dan IPS. Setelah saya konsultasi ke orang tua, teman-teman dan banyak orang yang mengerti, saya memutuskan untuk memilih Industrial Engineering atau Teknik Industri. Kata mereka IE itu IPA yang paling IPS, sehingga saya yakin untuk memilih IE.”

Klise? Childish? Gajebo? Penuh keyakinan?

I’m not sure. But, itulah yang saya pikir, rasakan dan katakana.

Pada akhirnya, rasanya saya tidak salah memilih. IE memberikan kesempatan kepada saya untuk mengetahui banyak hal, menjelaskan sesuatu dibalik sesuatu, mengunjungi tempat yang tidak mungkin saya kunjungi bila bukan anak IE dan merasakan excitement plus depression at the same time. Memang, saya merasakan seperti itu. Tetapi, terkadang saya merasa bahwa IE bukan tempat saya. Bukan tempat yang seharusnya saya datangi, bukan perasaan yang seharusnya saya alami.

Ada orang pernah berkata bahwa saya adalah seorang risk taker but sadly, not the smart one. Saya mengambil semua kesempatan yang ada di depan mata tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi diri saya dan masa depan saya. Bahkan, menurut dirinya, saya seorang yang harus “jatuh” dulu baru kemudian bisa “sukses”.

Saya seding saat mendengarnya. Prihatin. kok gue begini amat, ya? L

Saya pun mencoba untuk instropeksi diri. Ternyata memang betul, saya adalah seseorang yang selalu salah saat mengambil keputusan. Saya menyadari bahwa seharusnya saya masuk SMK bukan SMA saat kuliah semester 3. Saya pun menyadari bahwa saya seorang “University Oriented” (maksudnya saya memilih untuk menyesuaikan diri dengan jurusan yang ada di Universitas tersebut agar bisa kuliah disana) saat saya semester 6. Dan, lalu mengapa saya memilih IE? Apa alasan sebenarnya? Apakah pilihan itu suatu kesalahan juga?

………….

Mungkin, hanya dia dan Dia yang tahu.

Yeah, you know, maybe that was the biggest secret from the Universe for me :p

Jadi, supaya tidak ada lagi pemuda pemudi Indonesia yang merasa salah jurusan seperti saya, ada beberapa saran dari saya saat kamu memilih jurusan. Semoga membantu yaa, ini dia:

  1. Know what you want

Daripada nantinya stress karena merasa salah jurusan, lebih baik kamu luangkan waktu sebentar untuk mengetahui apa saja yang sebenarnya kamu inginkan. Sepertinya akan menjadi apa, akan melakukan apa ataupun sesuatu lain yang membuat hatimu merasa nyaman dan jiwamu merasa enjoy dalam melakukannya.

  1. Be responsible

Lalu, setelah kamu melewati masa pencarian tersebut, pilihlah salah kemungkinan yang terbaik dan bertanggung jawab terhadap pilihanmu itu. Do your best!

Ingat, hidup ini kita sendiri yang menjalani dan merasakan tetapi begitu membuat kecewa banyak pihak terutama orang tua dan keluarga, rasa “bebas” itu tidak akan lagi terasa nyaman. Kalaupun memang pilihanmu awalnya membuat orang tua dan keuarga tidak nyaman, berjanjilah kepada diri sendiri untuk dapat membuktikan bahwa mereka salah dan berikan yang terbaik. Sebenarnya, apapun jurusan, universitas ataupun yang di lakukan, semua tergantung dari diri sendiri. Semangat!🙂

One thought on “Kenapa IE?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s