Pengangguran

Kualitas diri kita bukan diukur dari dimana tempat kita bekerja atau apa yang kita lakukan tetapi seberapa maksimal kita dalam mengembangkan dan mengoptimalkan semua potensi yang ada

Sedih rasanya membaca artikel tentang, “Sarjana Rentan Jadi Pengangguran Jangka Panjang”. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa menurut penelitian yang dilakukan oleh Pew Fiscal Analysis Initiative, sarjana dan pemegang gelar yang lebih tinggi apabila mereka dalam masa menganggur maka rentan sekali menjadi pengangguran jangka panjang seperti pelajar SMA yang putus sekolah. Disebutkan juga bahwa 35 persen dari sarjana dan yang memiliki gelar lebih tinggi belum memperoleh pekerjaan selama lebih dari satu tahun.

Artikel lain menceritakan tentang, “Pengangguran Terdidik”. Para pengangguran dengan gelar semakin banyak dan rasanya sulit untuk dibendung. Orientasi untuk mencari kerja selepas lulus mungkin menjadi penyebabnya. Meskipun hal tersebut tidak berhak untuk menjadi sasaran kesalahan sepenuhnya.

Menurut beberapa artikel dan masukan dari banyak orang yang peduli, masa pengangguran dan penolakan kerja adalah dua sisi yang saling berkesinambungan. Inilah beberapa tips agar tidak selalu menyesal dan sakit hati saat penolakan kerja datang:

1. Tetap Semangat

Tetap teruslah semangat dan jangan segan untuk mengevaluasi diri sendiri. Pasti ada alasan mengapa kita tidak diterima. Kita harus selalu giat untuk memberikan lamaran pekerjaan dalam setiap kesempatan terutama untuk perusahaan atau posisi yang kita sukai.

2. Manfaatkan Jaringan

Manfaatkan semua jaringan yang kita miliki. Mulai dari jaringan Ayah, Ibu, Saudara, Dosen bahkan sampai ke teman-teman sekalipun. Jangan malu untuk meminta pertolongan mereka. Mungkin saja kita akan mendapatkan pekerjaan impian melalui mereka.

3. Nikmati

Nikmatilah waktu luang selama belum mendapatkan kerja. Saat telah bekerja, biasanya waktu yang kita miliki habis untuk fokus dalam pekerjaan. Manfaatkan waktu sebaik mungkin terutama untuk berkumpul bersama keluarga dan teman, bersosialisasi dan mengembangkan potensi diri.

4. Ciptakan Lapangan Kerja

Penelitian lain menyebutkan bahwa seharusnya Universitas mendidik mahasiswanya untuk menciptakan lapangan kerja bukan hanya mencari. Lalu, bagaimana nasib kita, para mahasiswa yang sudah lulus, yang sudah terlanjur terdoktrin untuk mencari kerja setelah kuliah tanpa ada pengalaman apapun untuk menciptakan lapangan kerja?

Saya sedikit tertegun dan bangga saat melihat iklan baru dari pemerintah tentang pengangguran. Di iklan tersebut, tagline yang diusung adalah, “Cari Kerja? Wirausaha Saja!“. Secara tidak langsung hal tersebut juga memberikan indikasi bahwa pemerintah telah memberikan dukungan penuh kepada para pengangguran terdidik untuk berani menciptakan lapangan kerja. Jadi, jangan takut untuk memulai, mencari ide dan menciptakan lapangan kerja. Dukungan itu pasti ada dan datang. Jika maksud kita baik, pasti akan memberikan hasil yang baik pula.

Kesimpulan akhir adalah meskipun gelar itu keren tetapi pengangguran membuatnya menjadi tidak keren saat kita tidak terus semangat, berani dan menjadi diri sendiri. Satu hal yang pasti, kualitas diri kita bukan diukur dari dimana tempat kita bekerja atau apa yang kita lakukan tetapi seberapa maksimal kita dalam mengembangkan dan mengoptimalkan semua potensi yang ada. Carilah apa yang sebenarnya dibutuhkan bukan sekedar diinginkan.

One thought on “Pengangguran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s