Ekspektasi

High expectation? No worries!

Ada satu hal yang lebih memabukkan dari ekstasi yaitu, EKSPEKTASI.

Benar, kan? Setuju?

Ekspektasi itu mudah sekali diberikan terutama kepada orang-orang terdekat kita. Pemberian ekspektasi terjadi karena sudah adanya ikatan kepercayaan. Aku-kamu, saya-anda, kita sudah saling percaya.

Begitu mudahnya ekspektasi diberikan, sesungguhnya itu seiring dengan pemberian seluruh kepercayaan kita. Sehingga kita sudah yakin bahwa apapun yang mereka lakukan akan sesuai benar dengan keinginan kita. Seolah-olah pemikirannya sejalan dan searah.

Namun, satu hal yang tidak kita sadari saat mabuk adalah semua pemikiran kita hanya ilusi. Halusinasi. Belum tentu kenyataannya pun begitu.

Lalu, saat kita sadar, BRUUUKK !!

Ekspektasi menjatuhkan kita dari tempat tertinggi. Begitu mudahnya kepercayaab itu disia-siakan. Saya juga sering mendengar sebuah qoute mengenai ekspektasi,

“Jangan taruh harapanmu terlalu tinggi, biar nanti tidak terlalu sakit saat terjatuh..“

I think, sometimes, the quote is true. But, most of time, it isn’t.

I mean, sebete-betenya saya, seberapa kesalnya saya kepada mereka yang telah menghancurkan ekspektasi saya, menyia-nyiakan kepercayaan saya dan menjatuhkan saya dari tempat tertinggi itu has nothing to do with the business.

Setting untuk tingkat ekspektasi itu saya sendiri yang tentukan dan tentunya mereka tidak tahu, dong. Jadi wajar saja bagi mereka untuk dengan mudah melakukan hal itu.

Kalau dibilang mereka yang salah, yahh… tidak juga.

Jadi, mereka benar? hmm… tentu tidak.

Semua kembali kepada diri sendiri.

Saya sering terjatuh dari ekspektasi yang memabukkan itu tapi tidak menutup kemungkinan bahwa saya pernah menjatuhkan orang lain.

Okay, fair enough.

Jika kita sudah sangat mengetahui bahwa ekspektasi itu begitu memabukkan dan ketika jatuh sangat menyakitkan, perlukan kita menghindarinya?

I don’t think so.

“Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit“

It is okay  untuk menangis saat terjatuh, kita memang butuh waktu untuk menenagkan diri. Tetapi, akan menjadi tidak baik jika kita terus menangis dan tidak berjuang untuk bangkit.

High expectation? No worries!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s