Newbie’s Journal [2] : Adik Kecil Menangis

Ini adalah jurnal yang saya tulis saat memulai hari-hari sebagai seorang karyawan pada salah satu perusahaan yang berbasis teknik dan teknologi. Saat itu, saya mulai bekerja pada Februari 2012 dan berakhir pada April 2012. Sepertinya, memang tidak cocok. Saat itu pula, saya menjadi pengangguran lagi dalam beberapa masa yang lama. Meskipun singkat, pengalaman yang saya alami benar-benar beragam dan memberi makna yang berarti. Newbie’s Journal ini merangkum semuanya. Hope you enjoy it, guys!🙂

——

Day 2

Tidak ada kereta yang telat dan saya sampai kantor cukup pagi. Alhamdulillah..

Kehidupan di kantor berjalan seperti biasa dan sewajarnya. Moment penuh hikmah datang saat sudah perjalanan pulang. Saya pulang tidak dijemput lagi tetapi menggunakan kereta. Kereta pun sampai di stasiun tujuan saya dan Alhamdulillah, saya sampai dengan selamat.

Di stasiun itu saya bertemu dengan seorang anak jalanan cewek, anak kecil, nangis-nangis minta pulang. Coba deh bayangkan….

Kamu capek dan baru aja kehujanan trus ketemu sama anak jalanan cewek kecil yang nangis-nangis sambil teriak, “Mau pulaaannggg…. Huhuhuhu…. Mau pulaaaannggg…….”

Gimana ga stress???!?!

Ahhh…. Rasanya mau ikut-ikutan nangis. Mau nolong tapi rasanya ga punya daya untuk menolong, ga punya keberanian untuk bergerak dan yang saya bisa lakukan hanyalah berdo’a semoga anak jalanan cewek kecil itu baik-baik saja.

Saya tahu kalau saya cerita tentang hal ini ke orang lain, pasti mereka akan berkata,

“Ditolongin dooong…”

“Ajakin makan…”

“Yahh, gimana sih? Masa’ diem ajaa?!?!”

Jujur, saya mau melakukan semua itu. Kalau perlu akan saya antar sampai rumahnya. Saya mau dia aman, nyaman dan tenang. Tapiii… saya takut.

Saya tidak pernah tahu sekeras apa kehidupan jalanan, jadi saya takut untuk mengambil resiko apapun jika saya menolong anak jalanan cewek kecil itu.. Klise? Payah? Saya mohon maaf..

Saya bingung sendiri. Saya sampai menceritakan kejadian yang saya alami ini ke banyak orang dan meminta pendapat mereka tentang apa yang seharusnya saya lakukan. Kebanyakan dari mereka berkata bahwa mereka akan melakukan tindakan yang saya lakukan, pergi menjauh dan mendo’akan.

Saya sangat berharap, suatu saat nanti, keberanian untuk menolong tanpa memikirkan resiko apapun yang akan saya miliki. Sehingga saya akan bisa menolong adik-adik kecil yang membutuhkannya.

Atas dasar itu pula, sudah sejak beberapa bulan terakhir ini saya bergabung ke komunitas Save Street Child. Semoga akan membawa perubahan yang baik bagi saya dan kita semua, terutama untuk adik-adik itu. Amin..

Nb: Jika ingin bergabung dengan komunitas Save Street Child, bisa mention langsung ke @SaveStreetChild

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s